Menurut laporan Reuters, pada 20 Mei, Tesla mengumumkan di platform sosial X bahwa perangkat lunak bantuan mengemudi Full Self-Driving (FSD) versi pengawasan resmi diluncurkan di Lituania. Setelah Belanda menyetujuinya bulan lalu, Lituania menjadi negara Eropa kedua yang menerapkan fitur FSD versi pengawasan.

Otoritas Kendaraan Belanda (RDW) telah memberikan persetujuan sementara pada 10 April untuk penggunaan legal sistem ini di jalan umum. Diketahui, RDW sedang mendorong agar sertifikasi ini diakui secara umum di seluruh Uni Eropa, sehingga negara anggota UE lainnya dapat langsung mengadopsi hasil persetujuan Belanda dan mengizinkan sistem mengemudi otonom ini digunakan di jalan raya.
Sementara itu, Otoritas Keselamatan Lalu Lintas Lituania mengonfirmasi bahwa negara tersebut telah secara resmi mengakui kualifikasi sertifikasi yang dikeluarkan oleh Belanda.
Sebelumnya, Belgia sempat diharapkan menjadi negara pertama yang mengikuti langkah Belanda, dengan wilayah Flanders setempat telah memulai proses persetujuan, dan satu kendaraan Tesla telah melakukan uji coba FSD di jalan setempat.
CEO Tesla, Elon Musk, sangat yakin bahwa UE akan segera menyetujui FSD secara penuh, namun regulator di beberapa negara Nordik masih meragukan teknologi ini. Alasannya, RDW membutuhkan waktu lebih dari satu setengah tahun untuk melakukan uji coba di lapangan dan jalan umum sebelum akhirnya menyetujui sistem ini digunakan.
Perlu dicatat, dalam setahun terakhir, Tesla juga telah menyelesaikan uji coba jalan terkait di beberapa negara Eropa.